Rabu, 10 Oktober 2012

Resensi Novel Edensor Karya Andrea Hirata





KATA PENGANTAR

            Puji dan syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat-Nya, resensi novel ini dapat selesai. Adapun novel yang ulas kembali adalah ‘Edensor’ karya Andrea Hirata. Novel yang merupakan buku ketiga dari Tetralogi Laskar Pelangi ini saya ulas dengan mengkaji kelebihan dan kekurangannya dan unsur-unsur yang terkandung di dalamnya.
Adapun tujuan saya meresensi novel ini para pembaca dapat mengetahui setiap unsur yang terkandung di setiap mozaik dalam novel ini. Selain itu juga, agar novel ini dapat digunakan untuk kepentingan bersama, baik sebagai pengisi waktu luang yang menggugah pikiran maupun sebagai referensi ilmiah.
Saya selaku penyusun hasil resensi berterima kasih kepada guru Bahasa Indonesia, Ibu H. Lumban Gaol yang telah memberi pengarahan mengenai resensi novel, dan memberi bimbingannya dalam penyusunan resensi ini. Saya juga berterima kasih kepada teman-teman yang telah membantu saya dalam penyusunan resensi ini.
Saya telah berusaha maksimal dalam penyelesaian resensi ini. Namun, sebagai manusia biasa, saya tidak luput dari kesalahan dalam penyusunan resensi ini, baik dari segi penulisan maupun tata bahasa. Oleh karena itu, saya mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca sebagai pedoman, agar saya dapat memperbaiki makalah ini pada hari berikutnya.
Semoga setiap informasi yang saya sampaikan dalam hasilresensi dapat berguna bagi para pembaca dan diterima baik oleh para pembaca sekalian. Akhir kata, saya ucapkan terima kasih.



Doloksanggul, 05 Januari 2012


Penyusun



(i)






Anatomi Buku

a.      Judul                                : Edensor
b.      Nama Pengarang             : Andrea Hirata
c.      Kota Terbit                      : Bandung
d.      Tebal Buku                      : 20,5 cm
e.      Penerbit                           : PT. Bentang Pustaka
f.       Halaman Buku                : xii + 290 halaman
g.      Harga Buku                     : Rp40.000,00
h.      Kode Buku                      : ISBN 978-979-1227-02-5




(ii)












DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR………………………………………………………………(i)
COVER BUKU……………………………………………………………………..(ii)
DAFTAR ISI……………………………………………………………………….(iii)
ANATOMI BUKU……………………………………………………..……………1
PEMBUKAAN……………………………………………………………………...2
ISI……………………………………………………………………………………3
KESIMPULAN……………………………………………………………………...7




















(iii)




PEMBUKAAN

Novel Edensor karya Andrea Hirata adalah novel ketiga dari Tetralogi Laskar pelangi yang diluncurkan dan menarik minat para pembaca. Novel ini bercerita tentang keberanian bermimpi, kekuatan cinta, pencarian diri sendiri, dan penaklukan-penaklukan yang gagah berani.
            Edensor menggambarkan mengenai kehidupan seseorang yang berubah akibat cinta. Segala sesuatu yang dianggap buruk olehnya berubah menjadi hal yang terasa indah, hingga tokoh mendapat beasiswa Uni Eropa. Dia merasa hidupnya indah setelah berjumpa dengan cinta pertamanya, A Ling. Dan merasa hilang saat cinta pertamanya meninggalkannya, hingga Ia menaklukkan daerah-daerah demi mencari cinta pertamanya, sampai dia menemukan desa Edensor yang pernah diceritakan A Ling  kepadanya. Edensor menceritakan juga mengenai ditemukannya sepotong kecil mozaik hidup yang ditemukan satu persatu saat berkelana.
            Walapun karyanya masih terlalu hipotetik, karya Andrea Hirata diterima secara luas, mungkin karena para pembaca jenuh dengan sajian novel-novel umunya yang bertema urban ringan, dan mendamba tulisan berkapasitas seperti karya Andrea Hirata.
             
           











1


ISI
Anatomi Buku
i.        Judul                                 : Edensor
j.        Nama Pengarang               : Andrea Hirata
k.      Kota Terbit                        : Bandung
l.        Tebal Buku                        : 20,5 cm
m.    Penerbit                             : PT. Bentang Pustaka
n.      Halaman Buku                  : xii + 290 halaman
o.      Harga Buku                       : Rp40.000,00
p.      Kode Buku                       : ISBN 978-979-1227-02-5

Adapun unsur-unsur yang terkandung dalam Novel Edensor adalah :
a.       Unsur Intrinsik

1.)    Tema
Tema dari novel tersebut adalah keberanian mimpi, kekuatan cinta yang mengubah hidup, pencarian cinta dan diri sendiri dengan penaklukan-penaklukan yang gagah berani.

2.)    Alur
Alur yang lebih sering digunakan adalah alur maju. Sebagian menggunakan Alur Flashback, di mana tokoh mengingat masa lalunya, yaitu pada Mozaik (Bab) 2, 9, 26, 42, dan 44.

3.)    Amanat
Amanat yang dapat dipetik dari kisah novel tersebut adalah suatu keyakinan dan kemauan dapat menuntun kita untuk mewujudkan mimpi-mimpi yang pernah tersirat di benak kita, dan kekuatan cinta dapat mengubah hidup kita menjadi lebih indah. Seperti kisah Ikal, anak yang awalnya nakal dan brutal dapat berubah menjadi seseorang yang lebih baik. Kekuatan cintanya dapat menuntunnya dalam menaklukkan daerah-daerah di benua Eropa dan Afrika.

4.)    Sudut Pandang
Sudut pandang yang digunakan adalah sudut pandang orang pertama (penggunaan kata ‘aku’ dan ‘kami’) dan sudut pandang orang ketiga tunggal dan jamak (penggunaan kata ‘dia’ dan ‘meraka’ atau penyebutan nama secara langsung)

5.)    Latar
Waktu terjadinya cerita adalah pada pagi hari,  siang hari, dan malam hari.
Tempat – tempat terjadinya cerita adalah :
a)      Laut (Pada Mozaik 1)
b)      Rumah ( Pada Mozaik 2 – 8 )
c)      Bandara ( Pada Mozaik 9-10 )
d)     Tempat Kost ( Pada mozaik 11 )
e)      Kantor Uni Eropa ( Pada Mozaik 12 )
f)       Prancis ( Pada Mozaik 13-28, 42-43)
g)      Daerah – daerah di Eropa (Pada Mozaik 29-37)
h)      Austria (Pada Mozaik 38 )
i)        Venesia (Pada Mozaik 39)
j)        Milan (Pada Mozaik 40 )
k)      Afrika (Pada Mozaik 41)
l)        London (Pada Mozaik 44)

6.)    Penokohan
Tokoh-tokoh dalam Novel Edensor adalah  :
a)      Ikal (Andrea)        : Pekerja keras, pantang menyerah
b)      Arai                       : Pekerja keras, baik hati, pantang menyerah
c)      Weh                       : Pekerja keras
d)     Ayah                     : Bijaksana dan baik hati
e)      Ibu                         : Memiliki pendirian yang tetap
f)       Taikong Hamim    : Pemarah dan tidak penyabar
g)      A Ling (Njoo Xian Ling) : Baik hati
h)      Famke Somers       : Penolong, baik hati
i)        Stansfield              : Primordial
j)        Townsend : Pintar dan provokatif
k)      Katya                    : Tenang dan baik hati
l)        MVRC Manooj     : Ceria
m)    Gonzales               : Ceria
n)      Hopkins Turnbull : Tegas

7.)    Majas
Penggunaan gaya bahasa dalam novel Edensor adalah adanya penggunaan bahasa-bahasa asing.


b.      Unsur Ekstrinsik

1.)    Sosial
Kehidupan sosial yang berlangsung dengan baik, di mana antar tokoh dapat menjalin hubungan pertemanan yang baik dan saling membantu. Namun masih banyak kehidupan yang berkelompok, sesuai dengan bangsanya sendiri.
2.)    Budaya
Pengaruh budaya dalam novel tersebut besar, di mana banyak tokoh yang membawa budayanya dan masih diterapkannya di perantauan. Namun, mereka juga dapat masuk ke dalam budaya-budaya orang lain dan beradaptasi, agar hubungan pertemanan trjalin dengan baik.
3.)    Religi
Dalam Novel tersebut, nilai religi sangat diperhitungkan. Contohnya, tokoh utama Arai dan Ikal, membawa agama hingga dalam perjalanan


menaklukkan Eropa dan Afrika. Di mana mereka berjumpa dengan tokoh agama dan saudara seiman. Tokoh juga masih melaksanakan ibadat sesuai agama dengan rutin, di mana pun mereka berada.
4.)    Politik
Politik dalam Novel tidak terlalu berpengaruh, karena dari awal hingga akhir novel bercerita mengenai kehidupan beragama, budaya, dan sosial dengan sesama yang berbeda latar belakang dan asalnya.  


Sinopsis dari Novel Edensor :

            Arai dan Ikal, 2 orang yang tidak terpisahkan sejak kecil. Ikal yang waktu lahir di beri nama Aqil Barraq Badruddin, diharap dapat membawa damai. Namun ternyata, nama itu tidak cocok untuknya dan dia adalah anak yang terkenal nakal. Sehingga Ayahnya bermaksud mengganti namanya. Ikal-lah yang menentukan namanya. Setelah dia membuka sebuah majalah, dia menemukan nama ‘Andrea’. Ayah dan Ibunya pun akhirnya menyetujuinya.

             Tak lama setelah dia berganti nama, Ia bertempu dengan seorang gadis di masa SMP, yaitu Njoo Xian Ling atau A Ling. Andrea (Ikal) merasa dia telah jatuh cinta padanya. Sehingga setiap hal yang biasanya dianggap buruk olehnya berubah menjadi hal yang lebih indah. Namun, orangtua Ikal mengira bahwa Ikal berubah karena pergantian namanya. Padahal sebenarnya, Ikal menjadi anak baik berkat A Ling.
            Pada saat keluarga A Ling berduka, mereka pindah. Ikal sangat terpukul. Hanya ada satu kenangan dari A Ling, sebuah novel yang menggambarkan desa khayalan ‘Edensor’. Benda itu dijaganya, meski sudah lusuh. Membaca novel lusuh itu menghibur hati Ikal.

            Setelah tamat SMA, Arai dan Ikal mendapat beasiswa Uni Eropa untuk kuliah di Universite de Paris di Sorbonne, Prancis. Di perantauan, Ikal merasakan sari pati hidup. Mereka pun ingin menghabiskan liburan musim panas dengan hal yang tidak terduga. Mereka ingin berkelana. Tak disangka, banyak yang ikut bertaruh. Sehingga perjalanan diikuti oleh 4 kelompok.

            1 kelompok wanita telah menemukan pujaan hatinya, dan tidak meneruskan perjalanan dan 1 kelompok tidak sanggup melanjutkan perjalanan. Tidak disangka, demi menemukan A Ling, Arai dan Ikal telah menjelajahi Eropa, hingga ke Milan. Di sudut Milan, Ikal menemukan pemilik nama Andrea yang dibacanya di majalah. Dari hal itu, Ikal menemukan sepotong kecil mozaik hidupnya. Dia semangat mencari A Ling. Hingga tempat terakhir yang dihuni oleh orang yang bernama A Ling adalah Afrika. Mereka pun berhasil menjelajahi setengah Afrika dan menemui setiap orang yang bernama Njoo Xian Ling. Namun tidak ditemukannya A Ling pujaan hatinya.




Karena liburan musi panas berakhir, mereka terpaksa kembali ke Prancis. Setelah mereka berbagi pengalaman, semua tak percaya bahwa Arai dan Ikal berhasil menjelajahi Eropa hingga Afrika, tanpa mereka tahu, semua didasari cinta. MVRC Manooj dan Gonzales yang kalah. Mereka pun harus menjalankan sanksi yang dijanjikan.


            Setelah itu, Arai dan Ikal kembali sibuk dengan tesisnya agar cepat lulus dan kembali ke kampung halaman. Setelah beberapa waktu, kesibukan Ikal terpecah saat Arai sakit. Arai harus kembali ke Indonesia. Ikal sangat sedih karena kini dia sendiri. Dia pun terjun ke dalam tesisnya tanpa Arai di sisinya.        Sayangnya, Dosen yang memegang tesisnya , Profesor Turnbull harus pensiun dan kembali ke Sheffield, Inggris dan bekerja di sana. Demi tesisnya, Ikal pindah ke Sheffield Hallam University. Pada saat Ikal datang ke rumah Profesor Turnbull. Ternyata beliau dipanggil ke kampus. Ikal harus menunggu selama 2 jam. Akhirnya, Ikal berkeliling Sheffield dan akan kembali ke rumah Turnbull selama 2 jam. Ikal menaiki Bus desa yang dipenuhi petani kumal yang hanya berdiam.
            Tanpa terasa, sudah lebih sejam Ikal berada di bus. Bus berjalan, Ikal semakin dekat dengan desa yang dipagari tumpukan batu bulat hitam, rumah penduduk berselang-seling diantara jekarak anggur. Ikal merasa kenal dengan gerbang desa berukir ayam jantan, dengan pohon willow di pekarangannya, bangku-bangku batu dah jajaran bunga daffodil. Ikal merasa masuk ke sebuah desa khayalan yang telah lama hidup dalam kalbunya. Ikal meminta sopir berhenti dan ia turun. Ingatannya mengenai daerah ini selama belasan tahun, tiba-tiba berada di depan matanya. Saat ia bertanya mengenai desa itu kepada seorang ibu yang lewat, ibu itu menjawab ‘Ini EDENSOR’.








KESIMPULAN


a.       Kelebihan dari novel :
Mengandung makna mendalam dari setiap kisah hidup, jauh dari sifat menggurui, kadang kala ngawur dengan sebagian tokoh yang lucu. Novel juga lebih berkesan mendidik

b.      Kelemahan dari novel :
Judul Edensor kurang sesuai dengan cerita, karena maksud ‘Edensor’ terdapat di akhir cerita. Dan sangat sedikit bayangan Edensor dalam novel karena dari penulis lebih banyak menuliskan perjalanannya menaklukkan daerah-daerah daripada penjelasan maupun cerita panjang mengenai Edensor

c.       Tanggapan :
Menurut saya, novel ini layak dimasyarakatkan, karena setiap mozaik yang terdapat dalam novel mengandung makna mendalam. Novel ini sangat cocok untuk mengisi waktu luang dan sebagai referensi ilmiah. Setiap paragraf berkembang menjadi susunan mozaik, dan setiap mozaik berkaitan satu sama lain membentuk satu buku yang bagus. Ceritanya menggugah perasaan dan mengajari kita agar senantiasa tidak menyerah, menembus semua tantangan yang ada, hingga tercapai tujuan kita.








           






2 komentar: